Postingan

Menampilkan postingan dengan label Murabahah

Info Dompet Netizen : Agar Tak Tersalah ! Ini Standar Penerapan Akad Wakalah pada Pembiayaan Murabahah Yang Harus Diperhatikan

Gambar
Salah satu skema akad murabahah pada Bank Syariah yang paling sering diterapkan adalah dengan penambahan akad wakalah sebagai pelengkap atau yang disebut dengan murabahah bil wakalah. Akad wakalah digunakan ketika bank syariah mewakilkan kepada pihak lain atau nasabah untuk membeli barang yang akan dijual kepada nasabah. . Namun skema ini banyak menuai kritik di beberapa kalangan, karena mirip dengan skema pinjaman pada bank konvensional. Kemiripannya ada pada saat Bank Syariah memberikan uang kepada nasabah, padahal seharusnya bank syariah memberikan barang.  Skema ini tidak-lah bertentangan secara syariah jika akad murabahah dilakukan setelah barang dibeli oleh nasabah. Fatwa MUI No 4 tahun 2002 tentang Murabahah pun sudah membolehkan skema ini dengan menyatakan: "Jika bank hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang dari pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang, secara prinsip, menjadi milik bank." Agar tak tersalah. Berikut ini sta...

Info Dompet Netizen : Isu Syariah, Isu Legal, dan Isu Operasional Akad Murabahah pada Bank Syariah

Gambar
Murabahah merupakan akad unggulan yang diterapkan pada produk Lembaga Keuangan Syariah diseluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Akad murabahah mendominasi kurang lebih 60% dari akad lainnya. Salah satu alasannya adalah akad murabahah lebih simple dan mudah untuk diterapkan dibanding dengan akad kerjasama seperti mudharabah atau musyarakah. Namun, penerapan akad murabahah oleh bank syariah masih menuai pro dan kontra dibeberapa kalangan terkait beberapa isu. Berikut ini beberapa isu syariah, isu legal, dan isu operasional yang menjadi permasalahan dalam penerapan akad murabahah pada bank syariah. Isu Syariah Murabahah dapat terjebak ke dalam akad tawarruq sehingga tidak terjadi transfer of ownership secara nyata dari Bank kepada Nasabah. Adanya mark up keuntungan didasarkan pada pembiayaan secara non-tunai dianggap sebagai konsep value of time yang bertentangan dengan nilai syariah. Apabila tidak ada aktivitas penyerahan obyek pembiayaan Murabahah maka kontrak yang terjadi akan jatuh...

Info Dompet Netizen : Ketentuan Yang Harus Diperhatikan dalam Akad Murabahah

Gambar
Murabahah merupakan salah satu produk unggulan lembaga keuangan syariah seperti perbankan syariah atau koperasi syariah. Kurang lebih 60% produk penyaluran dana bank syariah menggunakan akad murabahah. Berikut ini ketentuan yang harus di perhatikan oleh LKS dalam penerapan akad murabahah (fatwa DSN MUI no. 4 tahun 2000): Ketentuan Umum Murabahah dalam Bank Syari'ah: Bank dan nasabah harus melakukan akad murabahah yang bebas riba. Barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh syari'ah Islam. Bank membiayai sebagian atau seluruh harga pembelian barang yang telah disepakati kualifikasinya. Bank membeli barang yang diperlukan nasabah atas nama bank sendiri, dan pembelian ini harus sah dan bebas riba. Bank harus menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian, misalnya jika pembelian dilakukan secara utang. Bank kemudian menjual barang tersebut kepada nasabah (pemesan) dengan harga jual senilai harga beli plus keuntungannya. Dalam kaitan ini Bank harus memberitahu seca...